Butter chicken, atau dalam bahasa Hindi dikenal sebagai ‘Murgh Makhani’, adalah salah satu hidangan paling populer dari masakan India. Dengan rasa yang kaya dan tekstur yang lembut, butter chicken telah menjadi pilihan favorit di banyak restoran, baik yang menyajikan masakan India maupun internasional. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa butter chicken menjadi hidangan favorit di restoran, memperhatikan aspek rasa, asal-usul, nilai gizi, serta cara penyajian dan popularitasnya di kalangan berbagai kalangan masyarakat.
Asal Usul Butter Chicken
Butter chicken pertama kali diperkenalkan pada tahun 1947 di Delhi, India, oleh pemilik restoran Moti Mahal, Kundan Lal Gujral. Awalnya, hidangan ini diciptakan sebagai cara untuk mengolah ayam yang tersisa dengan cara yang lebih lezat. Kombinasi ayam yang dimasak dalam saus krim berbasis tomat dengan bumbu rempah yang khas telah menciptakan rasa yang unik dan menggugah selera. Menurut sebuah artikel dari BBC, butter chicken dengan cepat mendapatkan popularitas di kalangan pelanggan dan secara perlahan menyebar ke seluruh dunia.
Rasa yang Menggugah Selera
Salah satu alasan utama mengapa butter chicken menjadi hidangan favorit adalah kombinasi rasa yang harmonis. Campuran rempah seperti jintan, ketumbar, kapulaga, dan kayu manis memberikan kedalaman rasa yang tidak bisa ditiru dengan hidangan lain. Selain itu, penggunaan krim dan mentega memberikan kelembutan dan kekayaan rasa yang membuat hidangan ini sempurna untuk dinikmati dengan nasi atau roti naan.
Rasa yang Beragam dan Seimbang
Butter chicken memiliki rasa yang seimbang antara manis, pedas, dan gurih. Ada sentuhan lembut dari krim, sementara bumbu memberikan nuansa yang kuat. “Keseimbangan rasa inilah yang membuat butter chicken menarik bagi berbagai kalangan,” ujar Chef Sanjeev Kapoor, seorang koki terkenal di dunia masakan India.
Nilai Gizi Butter Chicken
Banyak orang mungkin khawatir tentang kandungan kalori dan lemak dari butter chicken, tetapi jika disajikan dalam porsi yang seimbang, hidangan ini bisa menjadi dalam menu yang sehat. Ayam merupakan sumber protein yang baik, sementara rempah-rempah memiliki banyak manfaat kesehatan. Sebagai contoh, kunyit yang digunakan dalam butter chicken terkenal akan sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa butter chicken biasanya mengandung krim dan mentega dalam jumlah yang signifikan. Oleh karena itu, penting bagi penggemar hidangan ini untuk memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi mereka.
Kreasi Variasi Butter Chicken
Dengan popularitasnya yang terus meningkat, banyak restoran mulai bereksperimen dengan variasi butter chicken. Beberapa contoh variasi menarik yang mungkin Anda temui di restoran adalah:
-
Butter Chicken Vegan: Menggantikan ayam dengan tempe atau tahu, resep ini menggunakan santan sebagai pengganti krim untuk membuatnya ramah bagi vegetarian dan vegan.
-
Butter Chicken Pizza: Sejumlah restoran telah berinovasi dengan mengubah hidangan ini menjadi topping pizza, menciptakan kombinasi yang unik dan menarik.
- Butter Chicken Pasta: Paduan dua dunia dalam satu hidangan, butter chicken pasta mengonyakan mi dengan saus butter chicken, memberikan rasa India yang distinctive dalam hidangan Italia.
Mengapa Butter Chicken Populer di Restoran
-
Penyajian yang Menarik: Restoran biasanya menyajikan butter chicken dengan cara yang sangat menarik, menggunakan piring besar berwarna cerah dan dihiasi dengan daun coriander atau irisan lemon. Penyajian ini membuat pengalaman makan lebih menyenangkan.
-
Paduan yang Sempurna dengan Makanan Lain: Butter chicken sangat cocok dinikmati dengan berbagai jenis roti, nasi, atau bahkan salad. Ini menjadikannya pilihan yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengunjung.
-
Popularitas Global: Butter chicken telah berhasil menembus pasar global dan menjadi ikon kuliner India. Di banyak negara, termasuk di Indonesia, butter chicken telah menjadi bagian penting dari menu restoran dan sering kali menjadi rekomendasi utama.
- Alasan Keterhubungan Emosional: Bagi banyak orang, menikmati butter chicken merupakan pengalaman yang membawa kenangan akan waktu bersama keluarga atau teman. Rasa yang nyaman dan menggugah ini menciptakan keterhubungan emosional yang kuat.
Rekomendasi Restoran Butter Chicken Terbaik
Jika Anda sedang mencari tempat untuk mencicipi butter chicken yang autentik, berikut adalah beberapa rekomendasi restoran di Indonesia yang menawarkan hidangan ini:
- Punjab Grill (Jakarta) – Dikenal sebagai salah satu restoran India terbaik di Jakarta, Punjab Grill terkenal dengan butter chicken yang kaya rasa.
- Bistropolis (Bandung) – Dengan suasana yang cozy, Bistropolis menyajikan butter chicken yang menjadi salah satu favorit para pengunjungnya.
- Tandoor (Bali) – Menawarkan pengalaman bersantap yang otentik, restoran ini memiliki butter chicken yang dimasak dengan teknik tradisional.
- Khana Khazana (Surabaya) – Restoran ini banyak dipuji karena rasa masakan yang autentik dan butter chicken mereka yang lezat.
Cara Membuat Butter Chicken di Rumah
Bagi Anda yang ingin mencoba membuat butter chicken sendiri, berikut adalah resep sederhana yang bisa dicoba di rumah:
Bahan-bahan:
- 500 gram daging ayam (bagian dada atau paha) yang dipotong dadu
- 100 gram mentega
- 1 bawang bombay besar (cincang halus)
- 3 siung bawang putih (cincang halus)
- 1 ruas jahe (parut)
- 300 ml krim kental
- 400 gram tomat (bisa memakai tomat kalengan)
- 2 sdt bubuk kunyit
- 2 sdt bubuk ketumbar
- 2 sdt garam
- 1 sdt bubuk cabai (sesuai selera)
- Daun coriander untuk hiasan
Cara Memasak:
- Panaskan mentega dalam wajan besar, tumis bawang bombay hingga harum dan berwarna keemasan.
- Tambahkan bawang putih dan jahe, masak selama 1-2 menit.
- Masukkan potongan ayam dan tumis hingga ayam berubah warna.
- Tambahkan tomat, bubuk kunyit, bubuk ketumbar, dan garam. Masak hingga semua bumbu meresap.
- Tuangkan krim, aduk hingga rata, dan masak selama 10-15 menit hingga saus mengental.
- Sajikan dalam mangkuk dan hias dengan daun coriander.
Kesimpulan
Butter chicken telah berhasil merebut hati banyak orang di seluruh dunia dengan rasa yang khas dan pengalaman makan yang unik. Sejak pertama kali diperkenalkan, hidangan ini telah melewati berbagai fase popularitas dan terus menjadi favorit di restoran. Dengan rasa yang menggugah selera, variasi menarik, serta kemudahan penyajian, butter chicken tidak hanya menjadi simbol dari masakan India tetapi juga merupakan pilihan yang universal bagi pencinta kuliner.
FAQ
1. Apakah butter chicken pedas?
Butter chicken memiliki tingkat kepedasan yang bervariasi tergantung pada resepnya. Namun, secara umum, rasa pedasnya lebih seimbang dibandingkan dengan hidangan India lainnya.
2. Apakah butter chicken bisa dibuat vegetarian?
Ya, butter chicken dapat dimodifikasi menjadi vegetarian dengan mengganti ayam dengan tahu atau tempe dan menggunakan santan sebagai pengganti krim.
3. Dari mana butter chicken berasal?
Butter chicken berasal dari Delhi, India, dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1947 oleh restoran Moti Mahal.
4. Bagaimana cara menyajikan butter chicken?
Butter chicken biasanya disajikan dengan nasi basmati atau roti naan dan dihias dengan daun coriander untuk menambah penampilan.
5. Apakah butter chicken sehat?
Butter chicken dapat menjadi bagian dari diet yang sehat jika dikonsumsi dalam porsi yang seimbang. Ayam merupakan sumber protein yang baik, tetapi perhatikan jumlah krim dan mentega yang digunakan.
Dengan penjelasan dan panduan ini, Anda kini lebih memahami alasan di balik popularitas butter chicken di restoran-rerstoran di seluruh dunia. Selamat menikmati butter chicken!